Selasa, 01 Desember 2009

Fan atau Kipas

Perhatian serius kita tujukan pada fan atau kipas karena ada bahaya yang mengintai sehubungan dengan alat ini. Segala macam fan atau kipas pasti ada di rumah kita. Fan paling umum dipakai untuk keperluan exhaust dapur, kamar mandi, kamar tidur dan macam-macam ruang lainnya. Fan kadang juga merupakan alat yang disertakan dalam berbagai perabot menggunakan daya listrik: CPU, AC, Pompa air, hairdryer, dan lain-lain. Bahkan dipakai pula pada kendaraan bermotor.
Pada prinsipnya fan atau kipas rumahan menggunakan motor listrik sebagai penggerak. Letak problem yang sering timbul walau tidak satu-satunya, biasanya berkaitan dengan motor - istilah populernya dinamo -  terdapat di dalam sistem penggerak. Dinamo paling sedikit terdiri dari angkur, arang, kumparan, dan bantalan. Semua komponen itu haruslah dalam kondisi baik dan bersih jika ingin berfungsi sebagaimana yang kita harapkan.

Komponen arang yang berfungsi untuk memulai putaran, jika keadaannya menipis, terkikis akibat gesekan biasanya menyebabkan kesulitan awal (berat) memulai putaran kipas. Sedangkan kumparan jika sudah putus lilitan kawatnya maka perlu diservis oleh teknisi berpengalaman dalam mengulang lilitan baru. Jika anda tahu prinsip dasar kumparan boleh saja uji coba menggulung lilitan sendiri tetapi perlu kesabaran tinggi karena dibutuhkan waktu lama jika tanpa menggunakan mesin penggulung dan dengan syarat memperhatikan keselamatan tentunya karena berhubungan dengan listrik. 
Kemudian bearing atau bantalan yang menurut manual book disarankan untuk diberi pelumas 1 bulan sekali, sebaiknya itu berupa grease atau oli yang tidak berlebihan sebagai pengganti. Keausan bantalan akibat kering pelumas akan menyebabkan gerakan angkur (anchor) tidak stabil dan panas. Bahaya mengancam ketika panas itu yang disebabkan gesekan antara batang angkur dan rumah kumparan menjalar kesegala arah. Sudah banyak terjadi kebakaran disebabkan korsleting listrik pada kipas yang keadaannya seperti ini. 

Suatu ketika penulis pernah menyaksikan kamar yang terbakar akibat korslet yang disebabkan kipas angin yang dibiarkan menyala sementara penghuninya pergi. Diduga kuat korsleting disebabkan oleh panas kumparan yang membakar kabel power lalu menjalar ke bahan-bahan yang mudah terbakar. Meskipun sekarang ini banyak fan keluaran baru yang dilengkapi thermal protector (sikring pemutus hubungan listrik ketika terjadi panas berlebih)  masyarakat kota menengah bawah lebih memilih membeli fan yang ala kadarnya karena harga yang murah.

Ada juga pengalaman lain penulis sehubungan dengan kipas. Yaitu yang terdapat pada pompa air. Kipas di sini ada 2 macam, pertama untuk memompa air, dan yang kedua untuk mendinginkan suhu dinamo. Ketika puncak musim kering beberapa minggu lalu dimana ketinggian air tanah menurun drastis pompa air kami tiba-tiba mati tidak menyala. Setelah diusut ternyata thermal protector bekerja dan memutus hubungan listrik sementara. Hal ini terjadi ketika pompa air keadaan on tetapi air tidak kunjung naik keluar di kran. Akibatnya putaran kipas pompa air yang tinggi bergesekan dengan rumah kipas. Lalu seal pembatas as angkur menjadi muai dan tidak ada kompresi. Sehingga air bertambah sulit untuk naik. Seal segera diganti agar kompresi kembali normal, tidak lupa juga bantalan diganti baru meskipun keadaannya masih baik untuk lebih aman (dalam hal ini kami bertujuan demi keawetan angkur dan kumparan) 
Sekarang  mesin pompa air bisa bekerja baik walaupun tinggi air tanah dirasakan belum naik seperti pada puncak musim hujan. 

Jika pada kasus kipas angin lain, pernah juga penulis mendapatkan kipas milik teman (tetangga) yang sudah tidak terpakai. Setelah uji coba mengganti Running Capasitor dan sikring tidak juga membuahkan hasil, maka kami pergi ke bengkel dinamo untuk membereskan masalahnya. Biasanya kipas angin yang mati jika sudah diperiksa kabel dan komponen lainnya akan berakhir diagnosa pada kegagalan dinamo. Lalu teknisi dinamo mengganti arang, dan merubah lilitan kawat kumparan (modifikasi) sehingga kipas bisa berputar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar